Archive

Archive for January, 2009

Sekilas Tentang JPEG, MPEG-1 dan MPEG-2

January 13, 2009 1 comment

JPEG adalah metode standar yang digunakan dalam pengkompresian untuk photograpics images. JPEG singkatan dari Join Photographics Expert Group sebuah kelompok yang membikin standar pengkompresian tersebut. JPEG di buat untuk loosy compression images. Umumnya file file yang berformat JPEG mengunakan extensi .jpeg, .jpg, .jpe, .jfif, jif. Selain itu JPEG juga mampu memberikan warna dengan kedalaman 24 Bits atau setara dengan 16 juta warna. JPEG tidak ditujukan dalam urusan file audio.

MPEG adalah singkatan dari Moving Picture Expert Group yang digunakan sebagai standar pengkodean citra bergerak. MPEG dikembangkan oleh sebuah group yang bernama Motion Picture Expert Group.

MPEG-1 merupakan salah satu dari format standar MPEG yang digunakan dalam pengompresan suara dan gambar dalam video CD. MPEG-1 juga mendukung format audio yang biasa kita ketahui dengan ekstensi mp1, mp2 dan mp3. MPEG-1 didesain dengan tujuan untuk kompresi dan penyimpanan program-program video (1,5 Mbps). Salah satu aplikasinya adalah untuk komputer desktop dengan CD-ROM video (aplikasi-aplikasi video interaktif yang disimpan), namun ia juga digunakan dalam sistem-sistem broadcast satelit digital permulaan.

MPEG-2 penggunaannya ditujukan pada transmisi-transmisi TV dan aplikasi-aplikasi lainnya yang memiliki kemampuan sampai 6 Mbps.

Sementara itu, yang lebih maju lagi yakni MPEG-4 untuk penyandian laju bit yang sangat rendah dijadwalkan tersedia dalam bentuk draft di tahun 1997 ini. MPEG-4 lebih mengacu pada bahasa komunikasi umum untuk mendeskripsikan peralatan-peralatan (tool), algoritma-algoritma, dan profil-profil yang dibutuhkan untuk penyandian obyek-obyek, ketimbang masalah penstandarisasian sebuah algoritma penyandian.

Format GIF (Graphic Interchange Format) merupakan format file yang paling banyak disarankan dan digunakan. Kelebihan Format ini antara lain adalah :
ukuran file yang dihasilkan relatif kecil mampu menggabungkan beberapa gambar menjadi satu kesatuan dan menampilkannya secara bergantian (animasi) warna latar belakang dapat dibuat transparan dan adanya teknologi interlacing yang akan membuat sebuah file di load secara utuh dengan kualitas yang ditampilkan secara bertahap.

Hal-hal inilah yang dijadikan pertimbangan bagi para web designer menggunakan file berformat GIF pada template websitenya. Hanya saja keterbatasan warna yang dihasilkan dari GIF membuat beberapa hasil desain menjadi kurang bagus. Hal ini ternyata disebabkan komposisi warna yang dikandung GIF terbatas, dimana GIF hanya mampu menampilkan gambar 8 Bit atau sebanyak 256 warna, sehingga penggunaan pada image yang memiliki komposisi warna yang kompleks (seperti foto) akan menghasilkan kualitas yang buruk karena mengalami pengurangan jumlah warna.

Format JPEG (Joint Photographic Expert Group) adalah salah satu alternatif selanjutnya yang dapat kita pakai untuk memperoleh sebuah hasil yang memuaskan. Kelebihan dari format JPEG (baca jey-peg) adalah, dukungan warna yang lebih dari 16 juta atau 24 bit, sehingga hasil yang maksimal dari sebuah gambar dapat diperoleh fitur kompresi kualitas gambar yang ditawarkan membuat saya dapat memilih besar kecilnya file gambar yang akan dihasilkan nantinya dan tersedianya fitur Progressive JPEG, yang mirip seperti interlacing pada GIF.

Dengan adanya kelebihan ini, tidak sedikit para web designer yang berpindah dari menggunakan file GIF ke JPEG, walaupun dengan resiko dimana kemampuan untuk menghasilkan sebuah gambar animasi serta warna yang transparan tidak akan diperoleh dari format ini. Oleh sebab itu tidak sedikit dari web designer yang menggabungkan ke dua file tersebut antara JPEG dan GIF untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Format PNG (Portable Network Graphic), Adapun beberapa kelebihan dari format adalah, punya semua kelebihan GIF, kecuali animasi fitur Interlacing 2 dimensi yang terbukti lebih baik jika dibandingkan dengan interlacing milik GIF tersedianya 2 format file yaitu PNG8 (256 warna) dan PNG24 yang membuat desainer dapat lebih leluasa memilih kualitas gambar dan teknik kompresi lossless yang digunakan akan menghasilkan ukuran file yang kecil dengan tidak mengalami penurunan kualitas gambar, bandingkan dengan JPEG yang menggunakan teknik kompresi lossy yang dipastikan akan membuat kualitas gambar menurun.

Sumber : total.or.id

Categories: Teknologi

Misteri Angka 72

January 13, 2009 1 comment

Angka 72 merupakan angka favorit dalam dunia desain grafis. Tengok AdobePhotoshop dan Anda akan menjumpai angka 72. Bukalah Macromedia Fireworks dan angka 72 tersembul di sana. Banyak software desain grafis mengandalkan angka 72 ini. Mengapa angka 72 begitu populer dan kondang?

Kalau Anda ingin mengecat gambar baru dengan Adobe Photoshop, maka akan muncul kotak dialog Anda menentukan berapa panjang x lebar kanvasyang ingin Anda buat. Bisa 640 x 480 pixel, atau ukuran lainnya. Tapi uniknya, Adobe Photoshop dalam kotak Resolution telah menyediakan angka 72 dengan satuan pixel/inch. Mengapa angka 72? Dan, banyak software desain grafis telah memilih
angka 72 untuk menempati tempat kehormatan pada kotak Resolution.

Sejarahnya begini. Ukuran monitor komputer Macintosh yang asli (sekarang sudah lebih variatif) adalah 512×342 pixel. Bila dikonversi dalam satuan inchi maka menjadi 7.1 x 4.5 inchi. Dengan begitu, angka 72 dots per inch (dpi) menjadi angka standar karena ukuran layar monitor komputer Macintosh saat itu seragam. Pada masa itu, Anda bikin gambar dengan resolusi 72 dpi maka gambar itu bisa ditampilkan secara utuh dalam semua layar monitor Macintosh. Dengan setting 72 dpi maka diasumsikan bahwa dalam 1 inchi terdapat 72 pixel dalam sebuah gambar.

Mulai dari sini, angka 72 menjadi angka standar. Anda menemukan bahwa angka ini dipakai oleh Photoshop dan Fireworks dalam Resolution-nya. Namun bukan berarti angka itu bersifat statis dan tak tergoyahkan. Anda bisa atur ulang berapa banyak titik dalam 1 inchi-nya. Bila Anda bekerja di dunia advertising dan Anda bergelut dengan desain cetak, maka standar dpi yang wajib Anda pakai adalah 300 pixel/inches. Bila 72 maka gambar tersebut akan pecah bila dicetak. Jadi, mengapa angka 72 sangat favorit? Anda telah tahu rahasianya …

Gregorius Agung dari milis Jubilee Enterprise
(Vinsensius Sitepu)

Categories: Desain Grafis

Pengetahuan Tentang VCD dan DVD

January 2, 2009 Leave a comment

VCD

Disingkat dengan VCD. Video Digital yang disimpan dalam piringan disk (CD). Produk ini muncul pada tahun 1992, dengan Philips sebagai salah satu promotor utamanya. Format ini memanfaatkan medium CD yang sebelumnya sudah dikenal luas dalam format Audio CD. Dengan memasukkan informasi dan audio untuk memenuhi ruang 650 MB yang disediakan oleh medium CD ini, format VCD diperkenalkan untuk menjadi tandingan Laser Disc (LD), yang secara fisik bentuknya lebih besar dan lebih berat. Teknologi digital yang digunakan adalah teknologi MPEG-1 yang diprakarsai oleh Motion Picture Experts Group, sebuah badan internasional yang mengembangkan teknologi kompresi audio dan video. Teknologi MPEG-1 ini memanfaatkan teknik kompresi data rate rendah dengan tujuan agar file yang dihasilkannya dapat efektif memenuhi ruang 650 MB yang disediakan medium CD. Dengan menggunakan standar VCD ini, sebuah medium CD dapat menampung muatan audio visual sepanjang 74 menit. Kualitas setara dengan VHS video, dan suara setara dengan kualitas CD Audio.

Istilah lain yang mungkin terkait :

Disk :
Piringan, media yang berbentuk piringan. Umumnya istilah ini digunakan untuk media penyimpan data

Video :
Suatu perangkat yang berfungsi sebagai penerima gambar:image dan suara:voice.

Compaction :
Sebuah proses yang mengumpulkan dan mengemas wilayah memori yang dialokasikan ke ruang sekecil mungkin

Disket :
Media penyimpanan data jenis Magnetic Tape.

Video IP :
Adalah video yang dilewatkan melalui IP. Terdapat tiga kategori video pada saat mereka dipancarkan p…

2. DVD
Disingkat dengan DVD. Jenis media penyimpanan dengan bentuk fisik mirip CD-ROM namun memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi serta kemampuan untuk menyimpan pada kedua sisinya. DVD-ROM biasanya digunakan untuk menyimpan file-file mutimedia berukuran besar. Walaupun dari segi bentuk fisiknya medium DVD dan CD tampak sama, teknologi yang digunakan sangatlah berbeda. Guratan data pada permukaan medium DVD lebih rapat dibandingkan dengan medium CD. Apabila CD dapat menampung data sebanyak 650 MB, DVD dapat menampung data sebanyak 4.3 GB (hampir 10 kali lipat dari VCD). Selain itu, medium DVD dapat menggunakan teknologi kue lapis (dual layer). Dengan demikian, kapasitas tampung dual layer DVD dapat mencapai 7,95 GB yang lebih dari cukup untuk untuk menampung film dengan durasi 120 menit. DVD alam menampung data video dan audio dalm format DVD Video, dan menggunakan MPEG-2 untuk kompresi data video dengan kualitas sebesar 720 x 576 (PAL) atau 720 x 480 (NTSC). Untuk audionya, disediakan 4 jenis audio, yaitu: format PCM tanpa kompresi, format MPEG-Audio Layer II, format Dolby Digital AC3 (Stereo dan multi kanal), dan DTS. Dengan kemampuan multi kanal, format Dolby Digital dan DTS dapat menghadirkan 6 kanal audio yang berbeda, yaitu Left, Right, Front, Surround, dan Low Frequency. Macam-macam Kapasitas DVD Format Kapasitas Duarasi Video Keterangan DVD-5 4,5GB 2 Jam Permukaan Tunggal/Lapis Tunggal DVD-9 7,9GB 4 Jam Permukaan Tunggal/Lapis Ganda DVD-10 8,7GB 4,5 Jam Permukaan Ganda/Lapis Tunggal DVD-14 12,3GB 6,2 Jam Permukaan Ganda/Lapis Tunggal dan Ganda DVD-18 15,9GB 8 Jam Permukaan Ganda/Lapis Ganda

Istilah lain yang mungkin terkait

Disk :
Piringan, media yang berbentuk piringan. Umumnya istilah ini digunakan untuk media penyimpan data ya…

Digital :
Merupakan hasil teknologi:technology yang mengubah sinyal:signal menjadi kombinasi:combination uruta…

Disket :
Media penyimpanan data jenis Magnetic Tape.

digital data :
suatu metoda penyimpanan dalam lingkungan komputer, dimana data tersebut disimpan dan diolah secara …

Digital line :
Saluran komunikasi yang membawa informasi:information hanya dalam bentuk yang dikode:code biner (dig…

Sumber : www.total.or.id

Categories: Teknologi
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.